Jumat, 13 Juli 2012

Batik Brebes

Salem batik motif, known as Batik is one of wealth Brebesan Brebes origin, which has become a commodity economy and the citizens of the Village Bentar Bentarsari Salem District.Batik SalemBatik Brebesan currently continues to seize competitive national and international markets are influenced by other regions. 

Yogyakarta Batik Craft Center noted the various wars that occurred in 17.18 and the 19 th century, is a factor batik spread to many regions. Mataram kingdom in civil war in 1680 between Prince Puger and Amangkurat III and VOC have been raised Banyumasan batik. Not only that, the presence of King Amangkurat I in 1646-1677 from the Kraton Surakarta Kasunanan also have affected the existence of batik moor.The existence of Batik Brebesan appeared around the 19th century, precisely in 1917 BC. 

 According to the source is obtained, the existence of batik or batik Brebesan Salem originated from the arrival of daughter Pekalongan officials who came to Salem, Bradford. At that time, the princess falls in love with the youth of Salem who eventually married and settled in the village of Bentar.Of the incident, finally began to emerge in the presence of village batik Bentar and eventually spread to neighboring villages, such as the Village Bentarsari and others. 

Of development, current salmon batik has come up with various motifs, including motif coffee breaks, and ukel Manggar with characteristic black and white.Currently batik salmon have penetrated the national market. However, to further improve the batik enthusiasts Brebesan from other areas of innovation needs to be done in terms of motif, other motifs between lizard and crocodile are suitable to be applied to the slave Brebesan. This refers to the cultural aspect as well as the development aspects of the art form of batik.Salem is now rich in batik motif motifs include coffee breaks, mango, peacock, ukel kale, light chains and so forth. The price also varies now there is a quality price expensive, some cheap quality price.

Now one of batik motif depicting salmon Brebes city's flagship product, the one piece of duck cloth and pictorial red onion, duck picture shows producing salted eggs, onion picture, because it is one of the products of the regions Bradford. 

Motif is deliberately created by a craftsman from the village of Salem batik mean salem.dengan briefly contribute to the Bradford area. While users of this motif is a civil servant in various agencies in the Bradford area.

Batik Salem atau yang dikenal dengan motif Batik Brebesan adalah salah satu kekayaan asal Kabupaten Brebes, yang telah menjadi komoditas ekonomi warga Desa Bentar dan Bentarsari Kecamatan Salem.
Batik Salem

Batik Brebesan yang saat ini terus untuk bersaing merebut pasar nasional maupun internasional banyak dipengaruhi oleh daerah lain. Balai Besar Kerajinan Batik Jogjakarta mencatat berbagai peperangan yang terjadi pada abad ke 17,18 dan 19, merupakan faktor penyebaran batik ke berbagai daerah. Perang saudara kerajaan Mataram pada tahun 1680 antara Pangeran Puger dan Amangkurat III dan VOC telah memunculkan batik Banyumasan. Tidak hanya itu, Keberadaan Raja Amangkurat I tahun 1646-1677 dari Keraton Kasunanan Surakarta juga telah memengaruhi keberadaan batik Tegalan.

Keberadaan Batik Brebesan muncul sekitar abad ke 19, tepatnya pada tahun 1917 masehi. Menurut sumber yang didapat, keberadaan batik Brebesan atau batik Salem berawal dari kedatangan putri pejabat Pekalongan yang datang ke Salem, Brebes. Pada saat itu, sang putri jatuh cinta kepada pemuda Salem yang akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar.

Dari kejadian tersebut, akhirnya keberadaan batik mulai muncul di Desa Bentar dan akhirnya menyebar ke desa tetangga, seperti Desa Bentarsari dan lainnya. Dari perkembangannya, saat ini batik salem telah munculkan berbagai motif, diantaranya motif kopi pecah, manggar dan ukel dengan ciri khas warna hitam dan putih.

Saat ini batik salem telah menembus pasar nasional. Meski demikian, untuk lebih meningkatkan peminat batik Brebesan dari daerah lain, perlu dilakukan inovasi dalam hal motif batik, antar lain motif cicak dan buaya yang cocok diterapkan pada patik Brebesan. Ini mengacu kepada aspek budaya sekaligus sebagai bentuk pengembangan aspek seni batik.

Batik Salem kini kaya akan motif diantaranya motif kopi pecah, mangga, merak, ukel kangkung, sinar rantai dan lain sebagainya. Harganya pun kini bervariasi ada yang harga kualitas mahal, ada pula harga kualitas murah. Kini satu lagi motif dari batik salem yang menggambarkan produk unggulan kota Brebes ,dalam satu helai kain bergambar bebek dan juga bawang merah, gambar bebek menunjukan penghasil telur asin, gambar bawang merah ,karena merupakan salah satu produk unggulan daerah brebes.

Motif tersebut sengaja diciptakan oleh seorang perajin batik salem dari desa bentar salem.dengan maksud memberi sumbangsih kepada daerah Brebes. Sementara pemakai motif ini adalah PNS di berbagai instansi di wilayah Brebes.


     


Marosa
pin bb 285f5383
ifanmarosa@gmail.com
marmaross@gmail.com
081808325115
ifanmarosa@gmail.com 
marmaross@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar